Oleh Ayuningtyas Risdiani (VII B)
Lamunannya memang begitu sederhana
Tak setinggi gadis kecil lain
Hanya mengharap sebuah asa
Yang tak ia dapatkan selama ini
Gadis kecil itu...
Menanti sebuah kepastian
Kepastian akan hidupnya
Hidup yang selalu membuatnya terikat
Berharap dan berharap
Kapan hidup ini berpihak padanya
Kapan hidup ini bisa membuatnya tersenyum
Tak seperti sekarang
Selalu berkelahi dengan waktu
Bersekolah...
Mungkin terdengar hal yang lumrah
Setiap orang bisa memperolehnya
Namun tidak dengan gadis kecil ini
Itu bagaikan sebuah angan semu semata baginya
Di ruas kota metropolitan
Ia masih menanti
Bersama gitar kecil di tangannya
Berharap asanya akan terwujud
Bersekolah...
Oleh Ayuningtyas Risdiani (VII B)
Saat kedua mata terpejam
Merenungi arti sebuah kehidupan
Kehidupan yang hanya terhitung semu
Dengan berjuta magnet penariknya
Kubersimpuh
Meminta sebuah kekuatan
Dari penyebab kebatilan dan jalan yang sesat
Dari penyebab kerapuhan moral bangsa
Kuatkanlah imanku
Untuk menentang alur kemaksiatan
Lapangkanlah pula rizqi
Dan berilah aku kebahagiaan dunia akhirat
Inilah doa seorang hamba
Yang ingin menjadi kekasih-Mu
Ya Allah...
Hanya kepada Engkau aku bergantung
Dari perbuatan yang Kau murkai
Atas kuasa-Mu aku terlahir
Dan hanya kepada-Mu aku kembali
Oleh Irmawati Sn (VII)
Buku
Engkaulah temanku
Kau selalu memberi ilmu kepadaku
Setiap saat aku membukamu
Tanpamu aku tak bisa mendapatkan ilmu
Kau adalah teman terbaikku
Kau telah membantuku mencari ilmu
Terima kasih...engkau memang sahabatku
Oleh Irmawati Sn (VII B)
Suara terompet berada di mana-mana
Menyambut tahun yang baru
Semua orang pergi memenuhi jalan
Melakukan pawai tak tentu
Aku hanya duduk di rumah
Tak ada terompet...
Tak ada kembang api...
Tahun baru...
Bukanlah saatnya bersenang-senang
Tetapi...
Saatnya kita merenungkan
Perbuatan kita satu tahun yang lalu
Untuk memperbaikinya
Di tahun yang akan datang
Oleh Adi S. (VII B)
Ibu, engkaulah pahlawanku
Engkaulah yang telah mengandung
Melahirkan dan membesarkan aku
Dengan segala cinta kasihmu...
Ibu, engkau orang yang paling aku cintai
Orang yang paling aku sayangi
Dan orang yang paling aku hormati
Ibu, engkaulah pahlawanku
Engkaulah orang yang paling berjasa
Dalam hidupku setelah ayah tiada
Ibu, aku cinta padamu
Selamanya...
Sampai kapan pun
Oleh Aufa (VII A)
Guruku
Betapa kerasnya engkau membantu kami
Engkau berjuang dengan sekuat tenaga
Engkau sangat berjasa
Wahai Bu Irma
Jasamu sangat besar
Hingga kami menguasai bahasa Indonesia
Tanpamu aku tak bisa begini
Tak bisa mengerti banyak hal
Meski sering kami membantahmu
Tapi dengan ikhlas Engkau maafkan
Terima kasih guruku
Ya Allah jagalah guruku ini
Masukkanlah guruku ini ke dalam surga-Mu
Karena jasa-jasanya yang besar
Dan karena kemaafannya aku bisa begini
Oleh Iza Ilzamul Akbar (VII A)
Di mana akan selalu kuingat
Di sini aku menangis seorang diri
Apakah hatiku masih ada di hatimu
Untukmu selalu kupanjatkan doa
Untuk ayah yang kukagumi
Betapa aku ingin bertemu denganmu
Tapi semua itu hanyalah harapan
Harapan yang tak mungkin hilang dari hatiku
Ayah...
Akan kuukir indah namamu
Di atas hatiku